Terpatri dalam lamunan siang itu...
Mengapa wajahmu menyembulkan gundah ?
Rasa-rasanya paras murammu itu tidaklah cocok terus menerus ada di sana
Dulu kau menganggap dunia ini indah dan mudah...Wajar saja, karena dirimu masih kuat tertopang oleh bermacam sendi
Sekarang perlahan topangan itu terkikis, hanya mampu mengandalkan diri yang bergerak maju...mau tidak mau...
Jangan..Janganlah sampai terbersit untuk menyalahkan mereka..karena murammu itu kau sendirilah yang bentuk
Mereka menghujanimu salju, bukan dengan kerikil tajam seperti yang kau duga
Sedangkan yang lain pergi tidak untuk menjauhi, melainkan bersiap kembali untuk menghampiri dirimu diiringi tawa
Kini tiba waktunya engkau melesat, tidak perlu terlalu kencang...Cukup bergerak, sekalipun tertatih, sekalipun berguncang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar