/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Jumat, 23 Juli 2010

Bye..Dudu...


Cukup emosional para pendukung Arsenal melepas kepergian Eduardo Da Silva ke Shakhtar Donetsk.Perjalanan karir dia di Arsenal terbilang singkat, hanya 3 tahun. Tapi hal itu cukup membuat kami (baca: para Gooners) mempunyai rasa simpatik yang tinggi terhadapnya.

Diawali dengan kedatangannya di Arsenal, yang diproyeksikan sebagai suksesor sang legenda: Thierry Henry. Kita semua tahu bahwa Henry merupakan salah satu "raja" yang mengharumkan dinasti Arsenal sepanjang sejarah. Iapun memegang rekor sebagai pemain Arsenal yang paling banyak mencetak gol -- belum tertandingi sampai saat ini. Tentunya, siapapun yang ditasbihkan menjadi penerusnya akan membopong beban yang maha berat di pundaknya.

Namun, faktanya Dudu, panggilan Eduardo, mampu menjawab tantangan tersebut. Di musim perdananya ia berhasil mencetak 12 gol plus 8 assist untuk Arsenal. Itu jelas merupakan hal yang luar biasa bagi seorang debutan, dan karena ini pula para Gooners pelan-pelan mampu menghapus tangis air mata akibat kepergian King Henry. Dudu mampu membuat kami segera "melupakan" legenda super Arsenal itu.

Hingga datanglah mimpi buruk itu. Ketika ada seseorang pemain yang mempunyai niat jahat atas keindahan permainan Arsenal. Dan berhasil, ketika sang nasib memilih Dudu sebagai tumbalnya. Dalam suatu pertandingan, pemain Birmingham City, Martin Taylor, sukses mencederai Dudu hingga engkelnya rusak parah...

Meskipun pada akhirnya Dudu dapat kembali pulih, namun mentalnya belumlah dapat dikatakan normal kembali. Wajar karena cedera yang menghantuinya itu sangatlah fatal, bahkan bagi saya itu adalah salah satu kasus cedera yang paling parah dalam dunia persepakbolaan. Arsene Wenger jarang memberikannya waktu bermain karena permainannya yang tidak lagi sehebat dulu, pula tambahan faktor cedera hamstring kambuhan yang sering menggerogoti.

Sekarang ia sudah berlabuh ke Shakhtar Donetsk demi mendapatkan jam terbang main yang lebih banyak. Kepergiannya cukup memberikan duka bagi para Gooners, bahkan levelnya cukup melebihi moment ketika Henry cabut ke Barcelona.

Dia sudah menjadi pahlawan bagi Arsenal karena pernah memberikan inspirasi pada kami semua: jangan menyerah, karena waktu selalu tersedia bagi mereka yang mau bangkit. Ya,cedera parah yang sudah hampir mematikan karirnya dulu tidak lantas membuatnya takut dan berhenti. Sebaliknya, ia lawan itu semua dan tetap maju ke depan.

Salah satu kutipan pesan terakhirnya untuk keluarga besar Arsenal :

I want to say thank you to the Arsenal supporters - you have been fantastic to me and always sung my name and I will never forget this.

Although I have now left the Club, Arsenal will always be in my heart. I will always look for the Arsenal results and of course, I wish Arsène Wenger and the great players at the Club well for next season and the future.


Ya, saya juga tidak akan pernah melupakanmu Mr.Dudu...Karena tidak seperti yang lain, anda meninggalkan kami dengan cara yang baik...

GOOD LUCK FOR YOUR NEXT DAY DUDU....

1 komentar:

  1. Dan pagi ini (pertandingan UCL 2010), ketika pertama kalinya Dudu datang ke Stadion Emirates, dengan berjersey Donetsk, ia berhasil menceploskan satu-satunya gol untuk tim anyarnya tersebut....

    Indah, melihat para pendukung Arsenal yang bersorak sorai gembira --terlihat seorang Gooner membentangkan jersey Arsenal bertuliskan nama punggun Eduardo 9-- kala Dudu yang mencetak gol bahkan tidak merayakannya sama sekali...Disamping hasil yang memang sudah kalah telak (5-1 untuk kemenangan Arsenal), sebelum pertandingan Eduardo memang sudah berniat untuk tidak merayakannya demi menghormati tim kesayangannya Arsenal...

    a Gift for & From Eduardo,,Arsenal Legend !!!

    BalasHapus