Peluh membasahi kulit, pula menembus pakaian kumal terhantam polusi...
Rambut semrawutan ditebas laju angin terhias di atas wajah dekil berminyak...
Jari-jari berkuku hitam mahir memilah-milah uang, lembar demi lembar, receh demi receh...
Bau badan kecut menyengat seolah berteriak:"Akulah pekerja keras !!!"
Tuli sudah telinganya mendengar jerit marah klakson --mewahnya mobil kota...
Hatinya pun sudah mengeras, bebal, tidak mempan oleh cacian, hinaan kasar mereka yang murka...
Anak, Istri menunggu seraya berharap ia akan pulang mengantongi uang banyak...
Demi urusan perut, ia terjang semua ketakutan,ketidakpastian dan ketimpangan yang selalu disajikan oleh sang Metropolitan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar