Entah kenapa gue ngerasa mesti nulis sesuatu tentang orang ini. Emmanuel Eboue, namanya. Dia adalah bek/gelandang sayap milik Arsenal, berdarah Pantai Gading.
Gue baru aja ngeliat satu video yang buat gue kocak parah, yang pelakunya jelas Eboue itu sendiri. Silahkan dilihat ini linknya : http://www.youtube.com/watch?v=k_pkYxX7VQc&feature=player_embedded
Sumpah, moment itu adalah salah satu kekonyolan yang pernah terjadi di dunia persepakbolaan ini. Betapa jenakanya dia ikut mendengarkan instruksi dari pelatih Korea Utara, padahal 100% dia sama sekali nggak mengerti bahasa korea. Dan itu terjadi di tengah-tengah pertandingan !!!!hahahahaha...
Jadi, ingat satu kejadian dalam suatu pertandingan Arsenal, dimana pernah Eboue menjadi korban cacian suporter Arsenal sendiri. Saat itu Eboue baru saja masuk ke lapangan menggantikan salah satu pemain Arsenal lainnya. Permainannya yang buruk kala itu sangat merugikan Arsenal, bahkan cenderung membahayakan pertahanan Arsenal.
Sayang, saat itu para Suporter nggak menyadari bahwa Eboue baru saja pulih dari cedera serius. Tak pelak sepanjang pertandingan dia mendapat sorakan negatif (Boooooo....) dari para Gooners, sebelum pada akhirnya Arsene Wenger menariknya keluar demi menjaga mental salah satu anak didik kesayangannya itu.
Bukannya mengeluh, marah, atau benci dengan para Gooners, malah sebaliknya dia terus terpacu membuktikan kehebatannya, sehingga kemampuannya dia semakin beranjak seperti sedia kala. Para Gooners pun puas dengan performanya yang kembali normal.
Yang membuat Eboue menjadi pemain kesayangan bagi kebanyakan para Gooners --selain keloyalannya terhadap fans,pelatih,rekan pemain, pelatih dan klub-- adalah sikapnya yang lucu. Bukan rahasia lagi kalau di kalangan sesama pemain Arsenal, dia adalah badut yang senantiasa melawak dan menghibur rekan-rekannya. Bahkan, hebatnya lagi --dan ini adalah bagian terpenting yang membuat kami, para Gooners, menyukainya-- seringkali kala rekan lainnya mencetak gol, dia nggak akan segan untuk menggendong si pencetak gol tersebut di punggungnya. Hal itu nggak dia lakukan saat menjadi pemain starter saja, karena sekalipun dia menjadi pemain cadangan pun dia akan selalu "setia" beranjak dari bench lalu berlari mengejar si pencetak gol itu dan kemudian menggendongnya.
Meskipun Eboue gagal membawa Pantai Gading ke tahap yang lebih jauh di World Cup 2010 ini, setidaknya dia masih mampu memberikan "hiburan" berupa kekonyolannya ini --yang gue yakin akan jadi pembicaraan hangat yang santai di masa depan.
Juga gue berharap dia akan mampu mengantar Arsenal menuju tahta Juara EPL, Champions League dan sebagainya, musim depan pula seterusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar