/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Rabu, 12 Mei 2010

Mbah Surip berikutnya ??

(12-05-2010)


Siang ini saya bersama Igo (teman saya) dan Ranggi (saudara saya)sudah berada di PATAS 45 jurusan ke arah blok M. Kami berencana ingin mengunjungi gedung SMESCO di jalan Gatot Subroto. Namun, bukan hal itu yang akan saya "pergunjingkan" di tulisan kali ini, karena ada hal lain yang menurut saya lebih menarik untuk "diperbincangkan"...

Ketika kami baru saja menaiki bus, sudah ada pengamen nyentrik di dalamnya. Laki-laki berumur sekitar 40/50an, berperawakan tidak terlalu tinggi, agak tambun, gelap kulitnya, topinya kupluk, rambut panjang sebahu dan dicat warna pirang, terakhir, Ukulele senjata andalannya.

Biasanya saya agak malas mendengarkan nyanyian pengamen yang tidak jarang menyanyikan lagu-lagu band-band IN**X atau DA**Y*T. Namun, bapak pengamen yang satu ini lain. Dia membawakan lagunya sendiri--katanya-- yang itu benar2 unik buat saya, dan mampu membuat saya tertawa.

" Oh iya, lagu berikutnya ini saya cipatakan sendiri. Beneran deh, ini disukain banget sama Ahmad Dhani..." kata Bapak pengamen itu, " Dia sering banget maen ke rumah saya,, suerrrr,,ini saya nggak boong"

Para penumpang --termasuk saya sendiri-- masih jaim, tampak masih menahan senyum atau tawa. Setelah itu dia langsung memulai lagunya. (Maaf saya tidak terlalu mengingat liriknya, jadi mungkin anda yang pernah melihat "perform"nya bapak ini bisa mengoreksi saya dalam penulisan liriknya).

Begini beberapa potongan liriknya :

" Di desa namanya Slamet...Di kota berubah jadi Salmond..."
" Di kampung namanya Markonah... Di kota jadi Merry...

dan masih banyak lagi nama2 orang yang diubah seenaknya untuk dijadikan bahan guyonan olehnya --sayang saya tidak sempat mencatat kesemua nama2 itu-- yang nyatanya sukses membuat beberapa penumpang mengeluarkan senyum kecilnya. Saya? Mungkin senyum saya yang paling lebar saat itu.

(lanjut)

Ini dia (kurang lebih) beberapa potongan lirik berikutnya:

" Sekarang udah banyak orang yang ganti nama. Yang jelek biar jadi keren..."

Kemudian masuk ke Reff ( dan ini yang membuat saya, Igo dan Ranggi tidak tahan lagi menahan tawa ) :

" Boleh aja ganti nama... Asal jangan nama Prancis... Bon Jovi...Bon Joko...Bon Rokok...Bon Warteg..." Reff 1.

" Boleh aja ganti nama...Asal jangan nama Belanda... Van Den Berg, Van Den Borg, Kedebog..." Reff 2.

" Boleh aja ganti nama...Asal jangan nama Inggris...Phill Collins, Phillkada, Phill koplo..." Reff 2.

Sayang anda tidak berada di sana saat itu, jadi anda tidak dapat merasakan apa yang kami rasakan. Tidak dapat merasakan kelucuan yang amat sangat dari pengamen itu.

Dia bawakan lagu itu dengan tidak jenaka, namun lawakannya mengalir-- seakan murni tidak dibuat2. Hal itu yang membuat saya kagum, karena metode lawak ini tidak common banget di Indonesia. Dan anda tahu, kali ini tawa kami tidak lah lagi kecil, melainkan sudah pecah tak terkendali. Beberapa penumpang lain pun sudah tidak tahan lagi tertawa, meskipun masih dengan mulut ditutupi. Ada juga yang masih berdiam tanpa reaksi. Entahlah, ada 3 kemungkinan bagi mereka, mungkin mereka merasa itu tidak lucu, mungkin mereka tetap jaim menahan tawa, atau mungkin sense of humor mereka sudah lenyap disapu oleh keruwetan kehidupan kota ???

Nyatanya saya tidak bertepuk tangan --tanda kalau saya masih jaim--ketika bapak itu bertanya " kok nggak ada yang tepuk tangan ??" ketika ia mengakhiri lagu. Namun, saya tidak bisa pungkiri kalau dia itu memang lucu.

" Ya saya ini penggantinya Mbah Surip... Nggak percaya? kalo nggak percaya silahkan di donlod lagu2 saya, saya baru aja rekaman kemaren..." kata bapak itu. Lagi-lagi raut wajahnya tidak terlihat seperti ingin melucu, bahkan terkesan serius. Namun, kami, khususnya saya sendiri tidak tahan tertawa mendengar tingkahnya.

" Atau kalo mau liat saya manggung...Anda bisa dateng ke Ancol, hari kamis malam Jumat Kliwon, jam 12 malem..." kata bapak itu serius, " Cuma harus tepat waktu datengnya, soalnya kalo udah lewat jam 12, saya udah bakalan ilang nggak ada lagi di sana.."

Tawa saya mulai mereda saat itu, namun senyum ini tetap terpajang. Saya benar2 takjub melihat "kegilaan" pengamen itu.

Dan benar... Banyak penonton yang sebagian dari mereka "malu2 kucing" ternyata cukup antusias dengan performa pengamen nyentrik itu. Hal ini jelas terlihat ketika ia mengedarkan ukulelenya pada para penumpang untuk dimasukkan uang. Uang2 Seribu Rupiah lah yang kebanyakan tampak.

Seketika bapak pengamen itu menghampiri saya, dan saya memberinya beberapa rupiah, saya bertanya " Bang, nama abang siapa ? "

" Sony... " tegas dia menjawab.
" Nama asli tuh bang ? ", tanya saya lagi sambil tersenyum.
" Ya kagak... Gue aslinya Somat !!" ,kalimat pamungkasnya keluar, sebelum dia turun dari bus.

Saya, Igo dan Ranggi terlonjak dan tertawa mendengar itu...

NB : Bang Sony a.k.a Somat,,, Saya tunggu kehadiran Abang di belantika dunia hiburan Indonesia !!!

Senin, 03 Mei 2010

Please welcome...MR BIIIIIIGGGGGG !!!!


Siang tadi iseng-iseng gue nyari video klip musik Rock di Youtube. Setelah kenyang menonton "Surrounded" di Konser Dream Theater Live, gue kemudian mengetik MR BIG di kolom search. Kebetulan udah lama gue ga nonton aksinya MR BIG , jadilah gue menyaksikan lagi perform mereka mengcover lagu band The Who yang judulnya "Baba O'riley"... Wow itu adalah rekaman konser mereka di Buddokan Jepang tahun 96 !!!

Gue jadi inget moment dahsyat pas gue nonton MR BIG secara langsung di Ancol, Agustus 2009 lalu. Mereka diundang dalam tajuk Gudang Garam InterMusic Java Rockinland. Acara ini emang udah cukup lama gue tunggu dan hampir aja gue batal nonton ini acara, karena gue nyaris telat beli tiketnya.

Gila aja, MR BIG buat gue itu adalah pembuka jalan gue untuk menyukai Rock klasik (baca: Rock yang sesungguhnya) setelah sebelumnya gue sempat "tersesat" masuk ke jalur musik yang salah. Mereka lah yang akhirnya membuka pikiran gue untuk menggilai Rock jaman dulu yang buat gue nggak ada tandingannya sampai sekarang, sehingga melekatlah Extreme, Dream Theater, AC/DC, Deep Purple, Rolling Stone, Jimi Hendrix, Eric Clapton, Cream dan pastinya Led Zeppelin di otak gue. Band yang gue sebutin terakhirpun gue rasakan sebagai pegangan gue dalam musik sampai saat ini.

So, gue ga akan menyia2kan kesempatan emas untuk melihat mereka perform di depan mata kepala gue sendiri setelah alhamdulillah sebelumnya gue juga sempet nonton konser EXTREME live, di Senayan, tahun 2008.

Akhirnya gue sampe juga di Ancol skitar jam 6 sore, pas Magrib--yaudah sekalian aja dulu solat magrib biar aman ntar bisa jingkrak2an sampe lemas tak berdaya. Setelah kelar solat, gue,Igo bareng 2 temennya Igo (dari Bengkulu) langsung menuju pantai karnaval berjalan kaki. Mobil kami terparkir jauh di sana,sengaja seperti itu biar pas pulang nanti bisa gampang keluarnya, karena pengunjung+kendaraan mereka bener2 bejubel saat itu.

Sayang kami ketinggalan nonton RIF, pas kami masuk ke area konser band Rock hebat itu baru saja turun panggung. Tak apalah setelah mereka masih banyak lagi kok band2 Rock tanah air lain yang manggung dan tak kalah bagus penampilannya, di beberapa panggung lain.

MR BIG dijadwalkan akan main pada jam 23.00, di panggung utama. Sebelumnya Secondhand Serenade (SS) yang manggung di sana. Gue bener-bener hampir buta sama perkembangan musik Rock jaman sekarang, jadi gue bener-bener ga tau seperti apa itu SS?? Yang saya tau adalah fakta bahwa mereka digila2i oleh para Gadis (Awalnya gue sempet nebak ini pasti ga beda jauh sama Boy band!!), dan itu terlihat langsung oleh pengunjung yang datang saat itu. Gadis ABG yang manis2 cantik2 yang berkumpul histeris menonton, adapula muda-mudi yang bernyanyi sambil berpelukan mesra--begitu menghayati lagu SS...Dan ternyata benar dugaan awal gue

But, Oh my Gosh !!! Is this what they called Rock Music ??!!!... Gue rasa Java Rockinland harus merevisi hal ini deh ke depannya. Masa' SS dibilang musik rock??,,buat gue mereka terlalu mencla-mencle untuk mengaku sebagai Rock band. Ditambah reaksi penggemar yang saya lihat. Menonton sambil melambaikan tangan ke atas-kanan-kiri, atau juga menonton sambil berpelukan dengan pasangan...OOWW ini terlalu lemah kawan !!! Gue sempet berkeras untuk terus menyaksikan SS bermain, berharap ada sesuatu yang hebat,dimana mungkin saya bisa terpengaruh untuk menyukai ini pula. Alhasil, tidak ada...nihil...Tidak ada yang spesial di dalamnya

Bosan, gue pun memilih memutari kawasan pantai karnaval untuk cuci mata saja, karena banyak stand2 yang menarik di dalamnya. Hahaha nggak salah gue untuk nggak buang waktu gue nonton SS, gue liat rombongan pasukan RIF lagi nongkrong di standnya Jack D !!!,,langsung aja gue dan temen gue menghampiri mereka dan minta foto bareng...Bang Andi, Bang Ovi doank sih yang bisa gue mintain foto,, soalnya bang Jikun dan yang laennya lagi jauh dari jangkauan... Ada hikmahnya juga, nggak dapet liat performnya, tapi bisa dapet Fotonya,,heheehe lumayan buat kenang2an.

Momen yang ditunggu2 akhirnya datang juga !!! Kami semua, penggemar MR BIG, sudah bersesakan berkumpul di depan panggung utama, menanti kehadiran para sang maestro besar !!!... Yap, dengan diiringi musik klasik yang jenaka, ujug2 mereka masuk ke panggung. Billy Sheehan(bass), Eric Martin(Vocal), Pat Torpey(Drum), Paul Gilbert ( Guitar) bersatu kembali dalam album reuninya... Kami semua teriak histeris !!! Gila !! Para dewa itu tepat berada di depan kami !!! Subhanallah !!

Penampilan mereka sedikit berbeda saat itu. Sang Vokalis Eric Martin memiliki potongan rambut sebahu--tidak sepunggung seperti masa mudanya dulu--namun menyesuaikan diri dengan perkembangan fashion saat ini. Dibalut kaos merah dan rompi hitam, serta celana jeans hitam dengan sepatu converse, membuat dia seperti ABG kembali, terlepas dari wajahnya yang memang Baby Face sampai sekarang.

Pat Torpey pun "menormalkan" rambutnya dengan potongan pendek layaknya Rocker yang sudah "insyaf", dan badannya masihlah kekar.

Lalu, Paul Gilbert juga tidak segondrong dahulu. Potongan rambutnya pendek, dan terlihat jelas kematangan dan kedewasaan dari sosoknya yang tetep tinggi kurus ( ga gemuk-gemuk neh orang,padahal kan banyak banget duitnya,,hehehe).

Terakhir, Om Billy Sheehan...Dialah yang menurut gue nggak banyak berubah penampilannya. Tetep gondrong-- dikuncir rapih, namun kali ini dia lebih sopan dengan memakai kemeja merah, celana panjang mengkilap(khas Rocker apa khas dangdut ya?? bcanda Om Bill,hehe)...Dulu, sering gue liat dia melepaskan rambut gondrong emasnya terurai awut2an, pake celana pendek dsb...

Terlepas dari umur yang memubuat penampilan mereka agak sedikit berubah, nyatanya musikalitas mereka sama sekali tidak berubah, bahkan cenderung semakin dahsyat dan dewasa !!!... Om Pat tetep gradak-gruduk mukulin drumnya, Om Eric vokalnya sama sekali nggak mengalami penurunan--teriakan IIIAAAAAAA!!! nya tidak pernah lenyap. Kemudian sihir Om Billy tambah bikin gue sadar kalo bass itu bukan hanya sebagai penunjang musik--melainkan juga menjadi nyawa paling utama dalam musik. Juga, permainan gitar Om Paul bener2 bikin gue merinding karena kecepatan dan tekniknya yang amat sangat tinggi. Mereka ber empat juga sering memamerkan harmonisasi suara, dan itu subhanallah indah banget.

Semua itu tergabung dalam satu packaging yang lengkap dan sempurna bernama MR BIG !!! Yang selama ini hanya bisa gue denger lagunya di Winamp, atau cuma bisa gue liat di DVD bajakan atau Youtube, sekarang mereka sudah berdiri di hadapan gue... Satu kalimat buat mereka = Subhanallah, Allah SWT telah memberikan karunia berupa kejeniusan musik dalam diri mereka masing2 !!!!

Kami, langsung dihajar Daddy,Brother, Lover and Little Boy oleh mereka, sebagai lagu pembuka. Di dalam lagu ini Duet Billy-Paul tidak lupa membawa Bor nya masing2...GILAAAA !!! How could they do a great thing like that ??!!! Hentakan, distorsi maupun lengkingan Eric Martin amat dahsyat di lagu ini !!!

Kemudian mereka juga membawakan lagu Hold Your Head Up dan Next Time Around, yang merupakan lagu baru mereka, dengan sangat apik. Nah di sini lah gue amat terkesan dengan harmonisasi suara mereka berempat. Semuanya ikut bernyanyi, even Pat Torpey juga mendapat jatah mic di lapak nya. Mereka seperti paduan suara yang mampu menyelaraskan masing2 suara yang menghasilkan suara yang emas... Merinding juga ane...Oiya di Hold Your Head Up Om Billy juga memamerkan kebolehannya memainkan harmonika..

Seterusnya mereka membawakan sejumlah lagu2 lawas mereka yang bener2 the best, layaknya Take Cover (i love this song so much), Green Tinted Sixties Mind ( dahsyat banget Om Paul tapingnya), Addicted to that rush ( tempo yang cepat membuat kami, para penonton menggila, dorong2an, basah kuyup keringat, haus minta air karena kebanyakan teriak), Whole World's gonna know, dll...

Tak terasa sudah hampir sejam kami lewati saat itu, MR BIG pun "turun panggung" seolah2 mereka tega meninggalkan kami begitu saja. Tapi , kami semua tahu itu hanya pura-pura saja, so kami tinggal "merengek" minta Encore..." WE WANT MORE..WE WANT MORE..WE WANT MORE !!!"...Dan mereka pun kembali...

Segera MR BIG membawakan lagu To be with you ( gue ga perlu ngejelasin lagi betapa edannya ini lagu) spesial untuk kami, then we were singing together,cos we got fucking great memories in this song...

Ditutup dengan klimaks yang mumpuni, yaitu lagu COLLORADO BULLDOG. Dahsyattt!!! jari-jari Om Paul dan Om Billy memainkan Gitar dan bass mereka dengan super cepat,, dan kali ini gue ngeliat itu langsung !!!. Permainan double pedal Om Pat juga gila dalam mengatur tempo, ditambah lengkingan suara serak Om Eric menambah daya gedor itu lagu...SADDIIISSSS !!!!

Kami pun dibuatnya merana ketika satu persatu mereka, Billy,Pat,Eric,Paul pergi meninggalkan panggung. Para penonton bener2 menggila menyaksikan mereka tampil, spertinya kami para pecinta Rock klasik mampu melenyapkan dahaga kami akan musik Rock yang bener2 murni dan hebat lewat penampilan MR BIG...

But,it's oke...Karena Eric Martin, di sela performnya tadi berjanji, bahwa MR BIG akan kembali lagi ke Jakarta suatu hari nanti, dia bilang mereka sudah jatuh cinta dengan Indonesia...

Yahhh semoga saja itu bukan hanya rayuan gombal semata, tetapi bener2 ucapan tulus dari pasukan Rock dunia itu... Dan gue harap mereka bisa promosiin band Rock klasik lainnya untuk mau dateng ke Indonesia, dan kalo udah begitu sekarang tinggal Para Promotornya aja neh...Gimana Om Log??? Gimana Om Adrie ??...

Jumat, 30 April 2010

Lidah Padang...

Masih cerita mengenai hari – hari saya selama menetap di Pare, Kediri. Mengapa akhir-akhir ini cerita saya hampir tidak lepas dari Pare??,,ya, harus diakui bahwa keberadaan saya di Pare—tepatnya di desa Tulungrejo-- yang “hanya” sebulan ternyata membuat saya tidak mampu menepikan banyak cerita maupun buah pikiran yang saya dapatkan di sana. Jadi, jangan heran bahwa kali ini atau mungkin tulisan selanjutnya akan tidak jarang yang menyinggung tentang Pare. Saya sudah terlanjur cinta dengan Pare, yang dengan pasti memberikan saya cukup banyak inspirasi di dalamnya.

Siang itu --waktu dan hari tidak dapat saya ingat--, seperti biasa desa Tulungrejo disinari oleh terik panasnya matahari yang amat sangat menyengat kulit. Saya dan Igo, teman saya merasa bahwa perut kosong ini butuh diisi sesuatu yang lezat. Kami memutuskan untuk menyantap nasi Padang demi memuaskan nafsu lapar ini, dan kebetulan jatah nasi Padang kami untuk seminggu ini memang belum kami ambil.

Sebagai informasi, lama sebelumnya kami berdua telah sepakat untuk menjatahkan makan nasi Padang hanya sekali dalam seminggu, atau bahkan tidak sama sekali jika dompet sedang tidak akrab dengan para Rupiah, demi penghematan tentunya. Namun, kali ini alhamdulillah kocek kami mencukupi, dan ditambah kebetulan kami belum mengambil “jatah mingguan” kami itu, maka jadilah kami pergi meluncur ke rumah makan Padang itu. Hehehe for me ,it’s time to satisfy my Padang tounge...Saya sungguh merindukan hidangan lezat,pedas dan mengenyangkan...

Kami rela bersepeda panas-panasan dengan jarak tempuh kurang lebih setengah kilometer demi menyantap nasi Padang. Memang lokasi Rumah makan Padangnya berada di pusat Pare, dan tahukah anda bahwa rumah makan Padang (yang sudah menjadi langganan dan andalan kami) ini adalah satu-satunya di Pare !!!

Dan ini dia !!! Nasi+Paru kering+sayur+sambal ( masyaAllah pedas dan lezatttt) +aneka kuah nan menggoda menjadi menu saya kali ini, dan Igo memilih Nasi+Gulai Usus+aneka kuah. Kami sengaja memilih menu hemat mengingat keterbatasan isi dompet kami. Namun, toh dengan lauk “satu macam” itu saja sudah mampu membuat mulut kami menghasilkan sendawa kepuasan. Peluh membasahi wajah kami, yang bagi kami urang awak berarti makanan yang telah kami makan lezat dan mengenyangkan. Bibir saya memerah kepedasan, dan saya sungguh menikmati momen itu, karena ketika saya makan di rumah-rumah makan biasa lainnya, di desa ini, hampir semua berasa manis dan tidak mampu membakar lidah saya....Puas dan Kenyang !!!

“ Ibu sepertinya bukan orang sini ya? “ kata seorang pria berumur kira-kira 40 tahun kurang, dari balik kasir kepada seorang ibu pembeli.

“ Maksudnya?” tanya si Ibu, sembari memberikan uang dan mengambil lauk yang telah dibungkus dari pria tersebut.

“ Maksud saya Ibu sepertinya bukan orang Kediri ya?” kata pria itu dengan nada yang simpatik.

“ Oh, iya saya memang bukan orang sini, saya asli Bengkulu” timpal Ibu lagi.
Pecakapan itu kami perhatikan ketika kami sedang memberikan kesempatan pada perut kami untuk “beristirahat” sebentar. Lalu, tak lama kemudian si Ibu berlalu keluar. Saya dengan sok akrabnya mulai mengajak ngobrol si Pria itu, yang pada akhirnya saya tahu kalau dia adalah owner dari rumah makan Padang ini.

“ Mas, emang bener ya ini rumah makan Padang satu-satunya di Pare? “

“ Iya begitulah “, jawab dia menanggapi.

“ Saya bener-bener salut lho mas,,masakannya masih bener-bener Padang banget”, kata saya sambil memberi isyarat tangan tanda kutip di bagian akhir kalimat.

Dia tertawa ramah. “ Memang begitu ya? “ katanya “ Ya, dulu saya pernah berpikiran untuk menyesuaikan rasa dan selera dengan orang-orang sini, dengan membuatnya menjadi tidak terlalu pedas dan cenderung agak manis. Namun, saya lebih memilih beralih kembali menjadi sebagaimana mestinya seperti apa itu masakan Padang”.

“waaahh bagus mas, emang udah seharusnya gitu soalnya saya ga tahan sama masakan-masakan yang manis, yang jauh dari kata pedas” .Saya melanjutkan, “ hmmm ngomong –ngomong mas orang asli Padang bukan? “

“ Oiyaa tentu !!! “ kata dia bersemangat.

“Wueehhhhh oke banget !!”, saya pun menjawab tak kalah antusiasnya.
Tidak tahu mengapa selama saya di Pare, saya selalu senang kalau bertemu dengan orang Padang. Seperti ada kebanggaan tersendiri melihat fakta bahwa urang awak itu memang tersebar di mana-mana, dan saya merasakannya langsung saati itu.

“ Saya dari Silungkang-Sawahlunto mas, kalo mas Padangnya mana?” kata saya

“ Saya dari Pariaman. “ jawabnya .“ Saya dulu bersama keluarga hijrah ke Bali, sayapun menghabiskan masa muda saya di sana”.

“ Lha, Bali ??, emang banyak ya mas orang kita yang rantau di sana?. Mata pencahariannya apa tuh mas? “

Kepribadiannya yang simpatik dan ramah membawa kami ke dalam perbincangan yang lebih jauh dan hangat. Dan satu pengetahuan bertambah buat saya, ternyata bukan hanya Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota besar lainnya saja yang “dijajah” orang Padang, ternyata Bali juga termasuk di dalamnya.

“ Lah iya mas, cukup banyak kok. Leluhur saya itu termasuk yang menjadi pionir orang Padang yang merantau ke Bali, dan itu ada perkumpulan orang Padangnya kok, di sana. Mata pencahariannya ya tidak jauh dari berwirausaha, antara lain usaha Furniture, usaha Kain dan tentunya rumah makan Padang.” Kata dia memberi penjelasan. “ Saya sempat juga kok buka rumah makan Padang di Bali, sebelum saya buka rumah makan ini di sini. “

“ Oh gitu... Nah, trus yang buat mas akhirnya buka rumah makan Padang di Pare ini apa?”

Dia tersenyum menjawab, “ saya menemukan jodoh saya di sini. Istri saya orang Jombang yang tinggal di sini. “ Lalu dia menambahkan.” Saya ini selama 8 tahun berlayar—awak kapal pesiar, sebagai waiters. Saya sudah pergi ke mana-mana, namun saya menemukan jodoh saya di sini, Alhamdulillah.”

Wow, saya agak takjub mendengar bahwa dia adalah seorang awak kapal, dan hal ini menggelitik rasa penasaran saya yang sering timbul ketika bersua dengan orang hebat macam dia ( namanya: Mak Uncu, sesuai dengan nama rumah makannya). Setelah kami membayar makanan kami, diapun mengantar kami keluar menuju sepeda kami. Dan pertanyaan pamungkas saya muncul.

“ Mas selama 8 tahun berlayar, kira-kira berapa banyak negara yang udah disinggahi ?“

“ More than 60 countries !!” jawabnya mantap.

Wowwww!!!! Hebatttt!!! Saluttttt!!!!... Gila, Subhanallah !!! Ya Allah betapa hebatnya orang ini. Saya ingin bisa seperti dia suatu saat nanti, dapat merasakan aneka rupa banyak negara, menjelajahi seisi wajah bumi ini. Hati saya berdoa khusyuk saat itu.

Ya begitulah cerita saya kali ini. Kembali ke topik utama, yaitu lidah dan perut Padang saya. Untuk hal ini sepertinya saya harus mengucapkan beribu terima kasih pada istrinya ma’ Uncu, ya untung saja ia bukan orang Padang atau orang Kalimantan atau orang Medan, untung saja ia itu adalah orang Jombang, untung saja Mak Uncu ( Mak: sebutan om untuk orang Sumatra Barat ) bertemu dengan istrinya itu di Pare. Dampaknya, jadi Mak Uncu membuka usaha rumah makan Padangnya di Pare, tidak lagi di Bali. Lebih jauh lagi, dampaknya adalah saya dapat mengobati rasa kangen akan masakan Padang yang pedas dan lezat di kota kecil ini. Karena bagi saya, arti makanan yang sesungguhnya hanya ada pada masakan Padang !!!!

Jadi, kalau suatu saat anda berkunjung atau bahkan mungkin tersesat di Pare, dan lidah Padang/ Sumatra anda tidak cocok dengan berbagai hidangan yang manis-manis, maka datanglah dan HAJARRR masakan padang di RUMAH MAKAN MA’ UNCU !!!...

Rumah makannya tidaklah terlalu besar, namun kelezatan cita rasa asli Padang plus pelayanan ramah & simpatik dari sang Owner mampu membuat rumah makan ini menjadi yang terbaik dan nomor 1 , di Pare. Setidaknya menurut saya--tanpa ada maksud berAdvertise, sungguh saya hanya mencoba memberikan rekomendasi terbaik...hehehehe

RUMAH MAKAN MA’ UNCU jl. B.P Sudirman 81, Pare – Kediri.

Merekam polos dan lugunya

Bersepeda saya sedang berusaha menikmati kebosanan hari-hari. Senyum kecilpun tidak saya simpan tatkala ada sesuatu yang menekan hati ini...

Lalu, ujug-ujug satu titik kecil muncul dari ujung sana, berlawanan dari arah saya. Lama-lama titik itu berangsur menjadi besar dan tambah jelas ketika ia semakin mendekat. Oh, saya mengenalnya...

Saya bersepeda dari arah jam 6 menuju jam 12, di sisi kiri jalan. Sedangkan ia datang dari arah sebaliknya, di sisi kanan jalan. Kemudian berlalulah beberapa truk besar pengangkut barang melintasi jalan besar di mana kami sedang berada. Asap knalpot hitam berhamburan ke luar kesana kemari, juga angin bersekutu dengan debu jalanan latah ikut terbang menghempas, tak tentu arah. Ya, ini ulahnya truk-truk pongah itu.

Saya lihat ia menutup hidung dan mulutnya dengan jaket, yang tampaknya sengaja tidak ia kenakan, melainkan hanya digantungkan di kedua tangan kecilnya. Berjalan terus ia di atas sepedanya, kendati lalu ia bersin beberapa kali, tidak tahan terhadap terjangan peluru-peluru milik para truk tadi.

Kenyataanya, momen itu berjalan cukup cepat. Namun, entah mata saya sekejap merekayasanya menjadi berjalan sungguh lambat. Sehingga saya dapat melihat betapa lugu dan polosnya wajah itu, wajah tertutup setengah oleh jaket, wajah bersin-bersin dengan mata yang berusaha kuat untuk terus menatap lurus ke depan. Jika mungkin hal itu dapat saya rekam, mungkin rekaman ini akan selalu saya nikmati sebelum terlelap oleh malam...Sungguh !!

Sayapun segera memanggilnya, memanggil namanya...Menghampirinya...

Rabu, 21 April 2010

UFO in the early morning ??

It was happened when i was still in my boarding house in Pare, Kediri. But i cant remember exactly what days it took place. I just woke up about in 05.30 and i was gonna take a Subuh pray, but before i went to downstair--where the toilet is--, i saw a strange object which flew slowly enough on the blue sky... It had a small size, It's full of light like a star, but moving like an airplane !!!...

I was shocked !! then i got my friend, Igo, to see it too, and i think i don't wanna be the one who saw it, so i need him to be another eyewitness for this thing...

This rare moment lasted long enough.. When i asked Igo "is that shootingstar??", then he said "no, Shootingstar's not like that...It's so much different. As i know that Shootingstar should fly rapidly, but it's not ".... And i said "Really?? because you know i've never seen Shootingstar before, and i think it's not look like a plane, right?"... "Yeah,, you're right !"

During that time we're standing in silence, we got no idea to took the picture of it until the UFO disappeared and swallowed by Dawn sky...

And we got the question... What was it?? UFO ?? Does it really exist??...

Ooo no, why didn't i take this picture or record it with my camera???!!!

(no date information)

Selasa, 20 April 2010

Kembali ke Jakarta...

(Jumat, 16 April 2010, pukul 22.30 waktu setempat- di kereta Gajayana)

Lagi, saya sedang berada di dalam kereta, duduk diantara sekumpulan kantuk para penumpang lainnya. Namun, bedanya kali ini saya sedang dalam perjalanan pulang kembali ke Jakarta.

Saya menuls ini pada notes saku saya, dan andai saja kalian tahu bahwa saya menulis ini dengan susah payah. Goncangan gerbong kereta yang melaju dan hilang-timbulnya tinta pulpen menyulitkan diri untuk menulis, meskipun "kerja keras" ini nyatanya cukup ampuh untuk membuyarkan kantuk di mata, karena saya hanya ingin menulis ini sekarang.

Saya jadi teringat ketika kurang lebih sebualan setengah yang lalu --ya memang sudah sebulan setengah saya tinggal di Pare,Kediri-- saya pernah berjanji bahwa saya pergi ke sana tidak untuk melarikan diri darinya.

Memang terkadang otak ini teralih oleh yang lain, namun tetap saja semua itu berparas sementara. Kini, jika Tuhan berkenan, kereta ini akan mengantarkan saya menuju dia kembali.

Terserah dia nantinya menerima atau malah menjauh. Saya hanya berani berpatokan pada kebijkan Tuhan, yang melalui keretanya ini akan mengantarkan saya menuju destinasi berikutnya....

Rabu, 07 April 2010

Bule Zeppelin

Saat itu adalah hari Senin tanggal 5 April 2010. English Study Club malam itu kami kedatangan dua bule dari Inggris. Mereka singgah bermalam sehari di Pare sebelum mereka melanjutkan perjalanan backpacker mereka ke Yogyakarta, esoknya. Ketika pertama kali mendengar bahwa bule - bule itu berasal dari Inggris, dua point yang langsung melejit di otak adalah ARSENAL dan LED ZEPPELIN !!!... Wajar karena dua elemen penting dalam hidup saya itu sama-sama berasal dari Inggris....

Dan benar saja ketika salah satu dari mereka seketika muncul ke Study Club kami, bule yang belakangan diketahui bernama Stacey menggunakan T-shirt bergambarkan LED ZEPPELIN !!!...Wah asik neh kayaknya neh bule buat diajak ngobrol ntar,, kita sama-sama punya otak Zeppelin...

Langsung saja saya menghampirinya ketika StudyClub usai. Ternyata dia pemuda yang ramah, ditambah mungkin saja dia bangga karena band legendaris di negerinya ternyata juga mempunyai penggemar muda dari Indonesia seperti saya. Pemuda vegetarian yang nyeleneh ( layaknya para bule lainnya ) itu ternyata sangat antusias sekali ketika kita berdiskusi banyak tentang Led Zeppelin.

Dimulai ketika kami membahas nama Led Zeppelin yang berasal dari ejekan Keith Moon, drummer band The Who. Moon berkata bahwa band bentukan Jimmy Page ini (sebelum bernama Led Zeppelin)akan mudah terjatuh layaknya Zeppelin. Dan alhasil, faktapun berkata lain, Led Zeppelin nyatanya menjadi GodFather nya Rock n Roll dunia yang kehebatannya diakui melebihi The Who sendiri.

Dia juga berkata dia tidak terlalu mengikuti perkembangan musik jaman sekarang. Dia lebih menggemari musik Rock jaman dahulu. Ya, pola pikirnya mungkin sama dengan saya yang berpendapat musik jaman dahulu jauh lebih berkelas daripada musik jaman sekarang yang seolah manja dengan teknologi yang lebih maju. Hal ini merunut pada kehebatan Jimmy Page (Lead Guitar of Led Zep) yang menggunakan bow biola sebagai efek tambahan untuk suara aneh pada gitarnya. Hal itu menurut kami sangat - sangatlah ajaib, orisinil dan itu bukanlah tipe orang sembarangan dalam bermusik.

Selain Led Zeppelin, Stacey menyebutkan Rolling Stone, Deep Purple, The Doors, Cream sebagai band 'jagoan'nya. Bicara tentang Cream, saya jadi teringat ketika Stacey dengan spontan menyanyikan sebuah lagu, dan saya menebak dengan pasti bahwa lagu itu berjudul Sunshine of Your Love...

" I've been waiting so long...To be where I'm going... In the sunshine of your Love.."

Ya, seperti kebanyakan bule lainnya, entah mengapa mereka selalu penuh dengan ekspresi dan antusiasnya penuh, sungguh berbeda dengan "orang kita" yang kalem dan terkadang datar tanpa ekspresi... Ini terlihat ketika Stacey memeragakan sedang bermain gitar layaknya Clapton atau Jimmy Page... Sungguh menghibur...hehehe

Saya juga bertanya padanya, lebih hebat mana The Beatles atau Zeppelin bagi rakyat Inggris. Diapun menjawab, bahwa jelas semua orang di dunia ini mencintai Beatles. Namun, ketika berbicara tentang Rock n Roll, tentu saja nama Zeppelin akan selalu tetap berkibar di urutan pemuncak !!!...

Lalu, pembicaraan berbelok ke Bonham (drummer Zeppelin). Saya ingin mengklarifikasi penyebab kematian Bonham. Dan berita yang mengatakan bahwa Bonham meninggal karena menelan muntahannya sendiri itu ternyata benar, dan tambahan info dari Stacey yaitu " Bonham always drank 1 liter of Vodka for breakfast !!! ", saya kaget namun Stacey tertawa dan katanya itulah Rock n Roll... Dia tidak lupa memamerkan 3 jarinya ke arah saya...hehehe gendeng... Masih ada lagi kebiasaan buruk Bonham yang akhirnya saya ketahui darinya. Ketika Zep manggung, Di sisi kanan-kiri Bonham selalu ada Vodka dan di bawah kursinya ada heroin, yang sewaktu - waktu dia minum-hisap semaunya...Edan !!

Namun, menurutnya dibalik bad habitnya itu talenta Bonham memang tiada tandingannya, bahkan performa anaknya, Jason Bonham, ketika menggebuk drum ketika Zeppelin menjalani konser reuni beberapa tahun lalu, menurutnya tak seapik Ayahnya.

Dia juga membahas John Paul Jones yang katanya sungguh berbakat dalam musik, karena dibalik penampilannya yang kalem ,dia menguasai banyak alat musik tidak hanya Bass-yang memang menjadi spesialisasinya, tapi juga mampu memainkan Piano, Keyboard, Mandolin, bahkan juga Ukulele dengan sama baiknya. Dan saat sekarang ia sudah menua, bahkan saya tahu bahwa dia memimpin sebuah Orkestra... Dan banyak instrumen megah Led Zeppelin berasal dari rancangannya.

Jimmy Page? rasanya tidak perlu banyak dibahas... Semua orang tahu betapa "gila"nya dia.

Lalu, saya yang selalu penasaran ini bertanya padanya " What about Plant... Does he can play Guitar or some? " karena selama ini saya tidak pernah melihat dia memainkan alat musik di panggung... Dia pun bercerita bahwa dia mempunyai seorang teman yang pernah suatu saat bertemu di sebuah Hotel di Inggris. "And you know what?... Plant was playing an acoustic Stairway to Heaven in front of a lot of people there"...Dan lagi - lagi dia tidak lupa memeragakan permainan gitar Stairway to heaven dengan gaya jenakanya.... Dia juga bercerita bahwa Plant sangat terobsesi dengan cerita Lord of The Rings, dan Plant menumpahkan ini lewat lirik Zeppelin berjudul Ramble On...

Dan pertanyaan pamungkas dari sayapun muncul..." Apakah ada kemungkinan bahwa Zeppelin akan benar - benar bersatu kembali (layaknya MR BIG,band favorit saya lainnya ) dan membuat album baru ? Dan saya sangat - sangat ingin melihat mereka datang ke Indonesia (Deep Purple bisa, mengapa Zep tidak bisa?) "... Dia pun menjawab sepertinya tidak akan mungkin mimpi saya terwujud. Karena katanya, ketika Zeppelin bubar--tak lama setelah Bonham meninggal, Zeppelin sudah berada di titik puncak, yaitu titik dimana mereka tidak mungkin lagi melanjutkan Led Zeppelin lagi.

Para pecinta Led Zeppelin, katanya, juga tidak menginginkan hal itu terjadi. Karena sekalipun Zeppelin kembali bersatu, pastinya kita tidak akan mendengarkan Zeppelin yang sama seperti sedia kala....

Seperti kita ketahui Led Zeppelin menjadi hebat karena masing-masing personelnya membawa keajaiban-keajaiban ke dalam musiknya. Dan di saat John Bonham mungkin sudah tenang di alam sana ( atau bahkan mungkin masih menenggak vodka dan menghisap heroin,,heheehehe) makanya akan menjadi suatu yang mustahil bagi kita melihat Zeppelin dalam arti yang sesungguhnya....

Because LED ZEPPELIN are always about Plant-Page-Jones-Bonham !!!!


(nb: Stacey tersenyum ketika melihat wallpaper Handphone saya bergambarkan pasukan ARSENAL....dan ternyata ia juga penggemar Arsenal seperti saya !!!! )

Pare, 7 April 2010....Jam 20.10 waktu setempat