/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Selasa, 20 April 2010

Kembali ke Jakarta...

(Jumat, 16 April 2010, pukul 22.30 waktu setempat- di kereta Gajayana)

Lagi, saya sedang berada di dalam kereta, duduk diantara sekumpulan kantuk para penumpang lainnya. Namun, bedanya kali ini saya sedang dalam perjalanan pulang kembali ke Jakarta.

Saya menuls ini pada notes saku saya, dan andai saja kalian tahu bahwa saya menulis ini dengan susah payah. Goncangan gerbong kereta yang melaju dan hilang-timbulnya tinta pulpen menyulitkan diri untuk menulis, meskipun "kerja keras" ini nyatanya cukup ampuh untuk membuyarkan kantuk di mata, karena saya hanya ingin menulis ini sekarang.

Saya jadi teringat ketika kurang lebih sebualan setengah yang lalu --ya memang sudah sebulan setengah saya tinggal di Pare,Kediri-- saya pernah berjanji bahwa saya pergi ke sana tidak untuk melarikan diri darinya.

Memang terkadang otak ini teralih oleh yang lain, namun tetap saja semua itu berparas sementara. Kini, jika Tuhan berkenan, kereta ini akan mengantarkan saya menuju dia kembali.

Terserah dia nantinya menerima atau malah menjauh. Saya hanya berani berpatokan pada kebijkan Tuhan, yang melalui keretanya ini akan mengantarkan saya menuju destinasi berikutnya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar