Berikut adalah beberapa rangkuman dari obrolan-obrolan maupun pemikiran yang belakangan timbul...
HATI-HATI 1 : Kini, seringkali kita mendengar orang-orang begitu mudahnya berkelakar lantang: "Ayo lah, kita perangin aja itu Negara brengsek !!!". Kalau sudah begitu, alangkah baiknya kita menyempatkan diri suatu waktu melancong ke Afganistan atau Irak, lalu kita bertanya pada para penduduk setempat: "Apakah ada kebahagiaan yang tersirat kala perang tiba?". Niscaya mereka tidak akan menjawab, melainkan mereka akan meludahi bahkan bisa saja membunuh diri kita saat itu juga.
HATI-HATI 2 : Sekarang sedang marak-maraknya orang berteriak: "Saya tidak takut!!!Ayo perang!!demi negara tercinta saya akan berada di baris paling depan!!" ...Lalu, benar saja, suatu hari bom-bom dahsyat meluluhlantahkan rumah-rumah. Keluarga juga Orang tua tewas seketika. Apakah saat itu kita masih berani berteriak ingin perang?? Saya berani jamin kitapun akan ketakutan sambil terkencing-kencing, bahkan bisa mati berdiri kalau kita ditarik paksa menjalani program wajib militer. Itu baru wajib militer levelnya, bagaimana mau terjun langsung dalam perang sesungguhnya??
Janganlah kita membayangkan diri ini seperti Stallone(Rambo) maupun Harnett(Black Hawk Down) yang pantang dari maut, dalam film perangnya. Semoga kita tidak lupa kalau kita tidak sedang hidup dalam dunia Point Blank atau Counter Strike, yang ketika sudah mati bisa hidup kembali.
HATI-HATI 3 : Saya tidak akan menanyakan "selain Bengawan Solo, adakah lagu lain dari Alm. Gesang yang kita ketahui?", melainkan "seberapa sering kita mendengar lagunya Bono,Jagger,Jay-Z atau Coldplay di I-Pod, setiap harinya?"
HATI-HATI 4 : Apa yang biasa kita lakukan ketika tiba hari 17 Agustus, di tiap tahunnya??...Pergi berekreasi ke mall atau menyelenggarakan serta melaksanakan upacara bendera di lapangan warga??.
Syukurlah kalau kita dapat menjawabnya dengan jujur. Berarti kita dapat melanjutkan dengan menjawab pertanyaan lainnya: Masihkah kita hafal dengan bunyi Pancasila? bagaimana dengan Mukaddimah UUD 45'?
KESIMPULAN: Harap kita mampu berhati-hati sebelum mulai berbicara tentang Nasionalisme...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar