/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Minggu, 07 Maret 2010

Pare - Bapak pemilik Warkop - Arsenal untuk Ramsey

Malam Mingu ini sama seperti malam - malam Minggu lainnya buat gue. Ya sendiri... Berbeda dengan kebaynyakan muda -mudi lainnya yang sepertinya enggan melewati malam spesial ini tanpa menemui pasangannya. Ditambah lagi, saat ini saya sedang berada jauh dari rumah saya di Jakarta. Kebetulan saat ini saya sedang "berguru" di Pare...

Dari dulu hingga sekarang hanya satu hal yang dapat membuat saya lupa akan status jomblo saya, di tiap malam Minggunya... Dialah Arsenal sebagai pelipur lara andalanku,hehehe...

Namun, sayangnya saya menemui kesulitan untuk meonton match Arsenal vs Burnley malam ini, dikarenakan tempat kos di mana saya tinggal tidak berfasilitasi TV.

Yaah, hal seperti itu tidak dapat dijadikan alasan, lagipula saya tahu dan percaya bahwa Tuhan akan selalu menunjukkan jalan keluarnya bagi orang yang sedang "merana" seperti saya. Lalu, benar saja, salah seorang teman menganjurkan saya untuk menonton di salah satu Warung Kopi. Tersedia TV di sana, dan hampir bisa dipastikan hanya Warkop itu yang buka hingga tengah malam, katanya.

Hanya demi Arsenal saya ikhlas mengayuh sepeda hampir 1 km jauhnya, menerjang angin dingin khas jam 10 malam waktu setempat -- Pare bisa dikatakan cukup panas di kala siang, namun cukup dingin ketika malam tiba.

Belum begitu banyak orang datang ke warkop tersebut, ketika saya tiba. Sayapun langsung memesan coklat susu hangat diselingi kacang sebagai partner menonton The Great Gunners. Si bapak pemilik warung sangat sangatlah ramah, dia menyilahkan saya untuk menonton sepakbola di warungnya. Bahkan, ketika berangsur berdatangan beberapa pemuda yang berniat sama dengan saya, dia malah langsung menyediakan bangku kayu pajang demi kenyamanan "nonbar" kami ini.

Kapten fabregas mencetak gol indah, setelah sebelumnya melakukan kerjasama luar biasa cantik degan Samir Nasri. Namun, tak lama setelah itu sang kapten diganti dengan Abou Diaby, mungkin dikarenakan Fabregas mengalami cedera ringan. Babak pertama pun usai.

Kick off babak ke dua... Permainan kedua tim semakin terbuka hingga banyak terjadi peluang emas. Tercatat hampir tiga kesempatan berharga didapat Bendtner namun tidak ada satupun yang berbuah gol. Angin hitampun kemudian menimpa Arsenal, ketika David Nugent berhasil melesatkan gol masuk ke gawang Almunia. Ini tak terlepas dari miskomunikasi backfour Arsenal daalam menerapkan jebakan Off side. Arsenal 1-1 Burnley.

Arsenal tak menyerah, dan setelah kebobolan, permainan Arsenal menjadi jauh lebih disiplin. Alhasil, Theo Walcott membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk kemenangan sementara Arsenal. Tak lama setelah itu, Bendtner akhirnya diganti dengan Eduardo setelah ia menyia - nyiakan 5 peluang emas ( ini pasti bakalan jadi topik yang hangat di Arsenal Forum,,hehehehe ).... It's not your day Nikki !!!

Posisi Arsenalpun belum aman saat itu karena Burnley mampu memberikan perlawanan sengit. Dikomandoi oleh Nugent dan Eagles, serangan mereka cukup membuat saya was - was dalam hati, karena hasil seri atau kalah hanya akan memperlebar lagi jarak antara Gunners dengan MU dan Chelsea.

Rupanya tidak sia - sia Arshavin masuk menggantikan Rosicky yang tampaknya sudah kelelahan. Ia mencetak skor pamungkas menjadi 3-1 untuk Arsenal, di menit injury time. Dan seperti biasa gaya selebrsinya yang kocak kembali ia praktekkan. Senyum tawa puasnya yang bagi sebagian orang mungkin " He's such an arogant" , but for us as gooners, it's fun, dude !!...Patut dicatat pula, match ini adalah comeback striker Rusia itu setelah beberapa minggu mengalami cedera.

Kemenangan ini untuk Ramsey !!!. Spanduk - spanduk berisi dukungan moral terhadap Rambo--yang mengalami patah kaki--di berbagai sudut Emirates Std., rupanya mampu melecuti para Gunners untuk memenangi pertandingan kali ini... GET WELL SOON RAMSEY THE RAMBO !!!

(Nb: Saya lupa menanyakan siapa nama bapak pemilik Warkop tersebut. Tapi yang jelas, memang baik sekali bapak itu. Dia mengizinkan kami kembali menonton Liga Champion di sana, meskipun siaran langsungnya dimulai sekitar pukul 02.30 dini hari...)

--Pare,Kediri. 7 Maret 2010. Pkl 01.00 waktu setempat--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar