Nggak kerasa ya, Ramadhan udah jalan lebih dari setengahnya...Kadang2 pas puasa tenggorokan suka seret malah ngebikin gue seret juga ngeblog,,hehehe...Tapi ya sudahlah, toh gue sudah kembali sekarang. Jadi, langsung aja ya !!!
Sore tadi, setelah mengelilingi pasar Tebet (tetapi tidak seanteronya)untuk beberapa keperluan, sebelum kembali ke rumah, akhirnya kaki ini sampai juga di salah satu toko buku, peralatan kantor & Olah Raga terbesar di Tebet Barat. Gue mau beli Papan Jalan. Ya papan jalan yang pada hakikatnya tidak benar-benar bisa jalan sendiri, atau punya kaki sendiri, melainkan murni hanya sebutan untuk benda itu saja. Yaudah sih ya, gue juga nggak bakal ngebahas tentang papan jalan lebih jauh,,hehehehe...
Setelah tahu harganya Rp.8500 langsung saja gue pergi ke kasir buat bayar segera, karena saat itu waktu sudah hampir maghrib: waktu buka puasa.
Muka mbak2 kasir itu gue lihat agak kusut, mungkin karena lagi puasa jadinya kurang bertenaga. Ditambah mungkin dia cukup bosan dengan aktivitas sehariannya itu: Duduk aja di meja kasir sambil ngobrol ngalur ngidul dengan karyawan lain .
Belum lagi papan jalan gue "dikerjakannya", datang dering handphone untuknya --padahal gue lagi cukup terburu-buru karena gue belum mandi saat waktu berbuka kian mendekat. Dari percakapan telepon mbak kasir itu gue bisa nangkep kalau si owner toko buku itu meminta untuk dibelikan Martabak telor olehnya.
A haaa...sejurus kemudian ide iseng gue terbit. Setelah percakapan telepon itu selesai, gue langsung nyerocos dengan muka dibikin pelongo:
"Eh, mbak emang di sini (maksud:toko buku itu) jual Martabak juga?"
"Hah?" sesaat mbak kasir itu bingung, " hihihi ya ampun,mas, enggak. Tadi tuh si Ibu yang nelpon, minta pesenin martabak depan pasar" mbak itu tersenyum.
"Ooohh...Kirain saya ini toko juga ada layanan delivery martabaknya?"
"Ya nggaklah mas,,hihihi...Ini kembaliannya" mbak itu masih menyunggingkan senyum saat menyodorkan uang Rp.2000 ke gue.
"Sip...makasih ya mbak" kata gue sembari berlalu keluar.
Namun, baru aja beberapa langkah meninggalkan toko itu, tiba-tiba ada sesuatu yang mengganjal: Harga Papan Jalan itu Rp.8500, sedangkan uang yang gue kasih ke mbak kasir tadi Rp.10000. Seharusnya kembaliannya kan Rp.1500 bukan Rp.2000. Ah, meskipun cuma kecil selisihnya gue nggak mau curang, terlebih lagi gue puasa, bisa-bisa pahala puasa gue hilang kalau berlaku curang kayak gini. Gue yakin mbak tadi khilaf.
Gue balik lagi deh ke toko itu.
"Mbak, kelebihan neh ngasih kembaliannya...kan harga papan jalannya 8setengah, tadi duit saya 10ribu kok mbak ngasih ke saya 2ribu???" gue melihat mbak itu sedang ngobrol dengan temannya sesama karyawati.
"Oh, nggak apa-apa mas,,lagi nggak ada kembalian yang pas...Beneran kok nggak apa-apa" kata mbak kasir.
"Yah, mbak ogah ah...Ntar saya dzalim lagi, neh mbak duitnya" gue menyodorkan 2000an tadi padanya.
Selanjutnya mbak kasir dan temannya tadi terus menerus berkata "beneran, nggak apa-apa kok, kembaliannya segitu aja" . Gue pun kehabisan kata-kata, sampai akhrinya...
"Yaudah, beneran nih ya mbak, saya nggak dzalim ya?? Mbaknya beneran ikhlas ya..."
Mbak kasir terus tersenyum sedikit tertawa," Beneran nggak apa-apa mas".
"Iya,,kita seikhlas-ikhlasnya deh mas" teman mbak tadi ikut menimpal dengan nada yang lebih semangat.
"Yaudah neh, makasih ya mbak" kata gue sambil berlalu meninggalkan mereka yang terdengar masih tertawa-tertiwi kecil.
Lalu, langsung gue berjalan pulang ke rumah dengan agak cepat...Beloommmm Manddiiiii...Bentar lagi Bukaaaaa !!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar