/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Sabtu, 14 Agustus 2010

Isak Sang Pendosa

Ini anakmu datang, ibu..akhirnya

Entah datang untuk yang keberapa kalinya, tak jelas aku ingat...

Yang jelas, aku yakin sejumlah jari tanganmupun tidaklah lebih banyak ketimbang jumlah kedatanganku padamu,bu

Ibu, maafkan aku...Tolong, jangan hanya kau diam !!! Aku butuh senyummu,bu

Aku mohon Ibu !! berikan maaf itu...berikan senyum indahmu yang dulu...

Tidak !! Tidak !! Jangan kau keluarkan air matamu...Ampun Ibu, bukan itu yang aku pinta, bukan itu yang aku harapkan...

Cukup air mata itu tumpah ketika pernah suatu saat engkau melahirkanku ke dunia...

Air mata dan bahkan kucuran darahmu cukup pantas kau keluarkan untukku...Tapi, itu dulu...Dulu ketika aku masih putih...masih suci..

Sekarang : TIDAK !!!....Air bening nan berkilauan itu terlalu jauh berharga untuk menangisi manusia busuk sepertiku...

Tolong, bu !!!...Hentikan air mata itu...Jika tidak, makin menumpuklah dosaku ini

Yang aku pinta senyummu, bu...Berikanlah tulus untuk diriku, hingga teringankanlah ribuan dosa setiap aliran darah...

Mengapa hanya diam saja, Ibu ?...Apa yang kau lihat ?...Tolong jangan kau menyiksaku dengan membayangkan diriku yang dahulu...

Kesemuanya itu sudah lama terkubur, dan tidaklah terlalu penting ketimbang yang ada sekarang...Ya, sekarang...Itulah yang sebenar-benarnya aku butuhkan..

Syukurlah, kini sudah kau hentikan laju tangismu...Lalu, tunggu apa lagi? Mana senyummu,bu?

Apa? Kau tidak sanggup, bu?...Bahkan, hanya sunggingan kecilpun kau tetap kaku?

Ya, pada akhirnya, ketika aku lapar, aku akan menelan nasi yang telah lama sengaja aku biarkan basi...Sungguh menyakitkan...

Baiklah...Aku pamit, bu...


by : Ndygoreng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar